Advertisement

Responsive Advertisement

Football Atau Soccer? Sejarah Panjang Bentuk Permainan "Football" dan Penyebutan Tentang Sepakbola

Ketika orang-orang diseluruh dunia menyebutkan sepakbola dengan nama football (futbol, futebol, fussball, voetbal), orang-orang di Amerika Serikat, Kanada maupun di Afrika Selatan sebaliknya menyebutkan sepakbola dengan padanan kata lain, soccer.


Tentang football, sebuah permainan kulit bundar yang dimainkan oleh 2 tim beranggotakan masing-masing 11 orang pemain di lapangan hijau berukuran (minimal) 100 x 65 meter dengan memasukan bola menggunakan kaki ke dalam gawang lawan sebanyak mungkin, yang dipimpin oleh satu orang wasit serta dua hakim garis di kanan kiri pinggir lapangan dengan durasi waktu 45 menit x 2 plus beberapa menit tambahan waktu diakhir pertandingan dan kemenangan ditentukan oleh selisih gol. Ah, lebih sederhananya ada sebuah lapangan dan bola bundar, lalu dimainkan oleh dua orang kelompok (tarkam). "The beautiful game", permainan yang telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara berbeda dan menjadikannya permainan paling populer diseluruh dunia (wiki). Football yang sekarang ini kita ketahui secara luas diseluruh dunia atau khususnya di Indonesia dikenal dengan sebutan sepakbola, dari jamannya penjajahan kolonial Belanda yang membawa sepakbola ke tanah air ini dan mereka (para tentara Belanda) kemudian membentuk bond sepakbola atau perkumpulan sepakbola di kota-kota besar Indonesia, hingga akhirnya sekarang menjadi olahraga yang paling digemari masyarakat Indonesia bahkan menjadi salah satu wadah nasionalisme sampai saat ini.

Sepakbola modern, dalam perjalanannya yang panjang dari abad ke-19 hingga sekarang sudah memasuki fase dimana sepakbola mulai diintregasikan dengan yang namanya teknologi, sebagai salah satu cabang olahraga yang paling banyak dibicarakan orang-orang dengan kecintaan dan fanatisme berlebih terhadap tim yang disukai sampai bisa menimbulkan banyak korban karena tim kesayangannya harus rela dipecundangi, sama halnya menimbulkan banyak kontroversi yang terjadi saat pertandingan sedang berlangsung atau pun diluar pertandingannya yang berujung pada perdebatan panjang gak ada habisnya entah didalam maupun diluar lapangan, dan akhirnya menjadikan olahraga ini sebagai salah satu paling historis, melahirkan sejarah yang gak pernah bisa dilupakan oleh sebagian orang. Banyak sekali sejarah dan cerita yang dibuat oleh sepakbola, mungkin bisa kita ambil beberapa contoh seperti misalnya insiden maracanazo, Wembley goal atau gigitan Suarez yang termasyhur itu. Yang pasti dalam sepakbola akan selalu ada cerita dan perdebatan panjang dari tahun ke tahunnya yang gak akan pernah habis untuk dibicarakan.

Bicara perdebatan tentang sepakbola, saya akan sedikit mengulas tentang perdebatan panjang yang menjadi kebingungan dan rasa penasaran saya sejak lama atau lebih jelasnya perdebatan tentang penyebutan bahasa Inggris sepakbola yang menarik untuk didiskusikan dan selalu dibicarakan banyak orang. Awalnya, saya penasaran tentang penyebutan "soccer" selain "football" untuk sepakbola dan sempat kebingungan dengan penyebutan football di Amerika Serikat, Kanada dan Australia. Football yang kita artikan sepakbola disini berbeda artian dengan football di negara tersebut. Dan, satu hal lagi yang membuat saya penasaran adalah mengapa football dengan satu nama yang sama memiliki banyak variasi permainan. Baiklah, tulisan ini merupakan sebuah rangkuman tentang sejarah panjang "football" yang saya buat sebagai pengingat dan bahan pembelajaran. Mungkin bisa diralat jika ada salah yang saya tulis.

Kita tahu football adalah sepakbola. Tapi tidak di negeri Paman Sam. Football bukanlah sepakbola. Apa yang dikatakan orang Eropa atau khususnya di negeri Inggris football, berbeda artian dengan football yang dimainkan di Amerika Serikat. Jelasnya, olahraga football yang dimainkan di negeri tersebut sama sekali gak ada hubungannya dengan olahraga sepakbola umumnya dan merujuk ke olahraga yang sama persis seperti olahraga rugby namun berbeda di peraturan pertandingan. Kalian sudah tahu? Rugby? Olahraga yang dimainkan dengan bola berbentuk oval dan dominan menggunakan tangan dalam memainkannya. Orang non-Amerika biasa menyebut olahraga mirip Rugby itu sebagai American football. Bukan rahasia umum lagi kalau sepakbola bukanlah sebuah olahraga yang begitu digemari masyarakat Amerika Serikat karena memang permainan olahraga seperti American football, basket, baseball dan hoki menjadi olahraga yang lebih disukai. Jadi, football adalah American Football dan sepakbola disebut soccer. Terus, kenapa bisa beda penyebutan dan bentuk permainan "football" mereka berbeda seperti yang kita ketahui?

Sebelumnya mari kita sedikit mengulas tentang istilah football. "Football" atau frase "foot ball" sendiri, pada abad pertengahan di Eropa kata tersebut tidak hanya diasumsikan sebagai olahraga sepakbola atau kegiatan tendang menendang bola menggunakan kaki saja, tetapi kata tersebut lebih merujuk ke berbagai variasi permainan bola yang melibatkan penggunaan kaki. Jadi ketika dulu, kata football tidak hanya diartikan sebagai olahraga sepakbola, Rugby atau pun American football saja. Asalkan berhubungan dengan foot (kaki) dan ball (bola) entah itu menggiring (menendang) bola dengan kaki atau membawa (melempar) bola dengan tangan permainan tersebut bisa dikatakan sebagai football.

Jauh sebelum abad pertengah di Eropa tepatnya pada zaman Yunani kuno dan Romawi, diketahui bahwa orang-orang Yunani kuno dan Romawi telah memainkan berbagai bentuk permainan bolanya yang merujuk sebagai "football". Seperti permainan di Romawi yang dikenal sebagai "harpastum" yang dipercaya mengadopsi permainan serupa football asal Yunani kuno bernama "episkyros" atau "phaininda" yang disebutkan oleh dramawan Yunani, Antiphanes (388 - 311 SM) dan kemudian disebutkan lagi oleh Clement of Alexandria (150 - 215 SM). Permainan ini dikatakan menyerupai rugby football. Permainan episkyros yang telah menginspirasi permainan harpastum asal Romawi ini diakui oleh FIFA sebagai bentuk awal permainan sepakbola.

Tidak hanya di zaman Yunani kuno dan Romawi saja, permainan yang merujuk kepada football dikatakan juga dimainkan di Cina pada era Dinasti Han abad kedua - ketiga SM. Permainan tersebut dikenal dengan nama Tsu' Chu, Cuju atau Zuqiu dan FIFA mengakuinya sebagai versi awal dari permainan sepakbola yang telah memiliki aturan reguler. Selain Cina, di Jepang pun memiliki versi cuju-nya sendiri yang dikenal sebagai "kemari" dan dikembangkan selama periode Asuka. Diketahui permainan ini telah dimainkan didalam Istana Kekaisaran Jepang di Kyoto sekitar tahun 600 M.

Kemudian ada lagi beberapa referensi dari berbagai macam bentuk permainan football yang dimainkan oleh banyak suku yang ada di dunia ini. Seperti contoh pada tahun 1586, seorang pria dari sebuah kapal yang dikomandoi penjelajah Inggris bernama John Davis, pergi ke darat untuk bermain sebuah bentuk permainan football dengan orang-orang Inuit (Eskimo) di Greenland. Selanjutnya ada catatan yang mengatakan kalau permainan itu disebut Aqsaqtuk. Pada tahun 1610, oleh William Strachey, seorang kolonis di Jamestown, Virginia tercatat sebuah permainan bola yang dimainkan oleh penduduk asli Amerika, disebut Pahsaheman. Lalu di benua Australia beberapa suku-suku masyarakat adat memainkan permainan menendang dan menangkap dengan bola boneka yang dikatakan oleh para sejarawan sebagai Marn Grook (Djab Wurrung atau berarti "permainan bola"). Beberapa sejarawan berteori bahwa Marn Grook adalah salah satu cikal bakal yang turut berkontribusi dalam kelahiran permainan Australian rules football, cabang olahraga lain yang lahir dari berbagai permainan football.

berbagai variasi permainan football versi baheula (source)


Dari banyaknya referensi tentang permainan yang merujuk sebagai "football" di berbagai tempat yang ada di dunia ini, namun sumber utama tentang kode football modern (modern football code) atau peraturan sepakbola modern yang dimainkan sampai sekarang ini berasal dari daratan Eropa khususnya negara Inggris. Kemudian kita kembalikan lagi fokus ke abad pertengahan Eropa khususnya Inggris dimana istilah atau kata football pertama kali muncul.

Kata "football" sendiri sudah tertulis sejak lama di manuskrip-manuskrip abad pertengahan yang ada di Inggris, namun menurut Oxford English Dictionary kata "football" baru tercatat di kamus tersebut di tahun 1486.

Tidak jelas kapan penggunaan kata football mulai digunakan oleh orang-orang Inggris namun sama halnya seperti permainan football abad pertengahan yang dimainkan di berbagai daerah di Eropa, Inggris pun telah memainkan bentuk permainan football-nya sejak lama. Biasanya permainan football di Inggris ini dimainkan di acara atau festival-festival keagamaan seperti paskah atau natal. Salah satunya seperti penjelasan dari seorang bernama William FitzStephen antara tahun 1174 - 1183 yang menjelaskan tentang kegiatan pemuda London yang sedang bermain football selama festival tahunan Shrove Tuesday (festival umat kristen) berlangsung. Lalu ada lagi referensi tentang permainan football di Inggris atau tepatnya di kota Ulgham, Northumberland tahun 1280. Namun, dari penjelasan yang mengatakan "Henry... sambil bermain bola... berlari melawan David", permainan football seperti apa yang sedang dimainkan kedua orang tersebut kurang begitu dimengerti. Kemudian di tahun 1308, permainan bernama "football" pun dimainkan juga di Irlandia dengan referensi yang didokumentasikan oleh John McCrocan, seorang penonton yang menyaksikan sebuah permainan "football" di kota kecil Newcastle, County Down. Tapi sama seperti contoh tadi, tidak jelas permainan "football" seperti apa yang mereka mainkan. Lalu di tahun 1321, masih di Inggris tepatnya di kota Shouldham, Norfolk, sebuah pertandingan football dimainkan. Tetapi lagi-lagi sama halnya dengan kedua contoh diatas, tidak jelas permainan "football" seperti apa yang sedang mereka mainkan.

Masih ada lagi referensi-referensi tentang permainan "football" yang dimainkan di Inggris dan daerah sekitarnya, namun sebagian besar referensi yang ada hanya menjelaskan tentang "bermain bola" atau "memainkan bola". Argumen ini memperkuat gagasan bahwa permainan football yang dimainkan pada waktu itu tidak selalu melibatkan tentang tendang menendang bola saja. Sampai disini, dari banyaknya bentuk permainan "football" sejak jaman ancient games (permainan kuno) hingga berlanjut ke jaman medieval Europe (pertengahan Eropa), football mulai menuju ke arah bentuk permainan yang memiliki peraturan resmi didalamnya atau sering disebut sebagai "modern football code". Dari sini, saya mulai mengetahui kalau football memiliki banyak variasi permainan di beberapa negara khususnya negara bekas koloni Inggris.

Upaya Pembuatan Modern Football Code

Sebelumnya telah kita ketahui bahwa football belum merujuk kepada salah satu olahraga yang dimainkan seperti sekarang ini. Lalu karena dibutuhkannya peraturan baku agar permainan ini lebih menarik, banyak pelajar dari sekolah dan universitas yang ada di Inggris berupaya untuk menciptakan sebuah peraturan resmi football. Dalam upaya pembuatan modern football code oleh para pelajar-pelajar Inggris, ada salah satu kisah menarik yang mengiringi perjalanannya. Kisah itu berasal dari sekolah bernama Rugby School, di Kota Rugby, non-metropolitan county Warwickshire. Pada tahun 1823 di Rugby school sedang dimainkan permainan "football" oleh siswa-siswa disana. Ketika permainan football sedang dimainkan, seorang bernama William Web Ellis dengan spontan mengambil bola tersebut dengan tangan dan kemudian berlari sambil memeluk bola tersebut. Dari ketidaksengajaan ini akhirnya terciptalah bentuk awal permainan Rugby, kemudian football "ciptaan" Ellis ini menjadi populer di Rugby School dan dikenal sebagai "rugby football". Pada tahun 1845, tiga orang dari Rugby school yaitu W.D. Arnold, W.W. Shirley dan F. Hutchins menerbitkan aturan permainan tentang rugby football. Peraturan yang dibuat ini membantu permainan football asal Rugby school menjadi populer keseluruh wilayah Inggris. Dari sini permainan football yang dimainkan dengan membawa bola dengan tangan akhirnya mulai diidentikan dengan nama rugby football. William Web Ellis sendiri oleh banyak orang biasa disebut sebagai "father of rugby".

Upaya pembuatan peraturan football terus berlanjut. Pada tahun 1848 tercipta sebuah peraturan bernama Cambridge Rules, salah satu peraturan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan peraturan sepakbola modern. Cambridge Rules sendiri dibuat dan ditulis di Trinity College, yaitu salah satu perguruan tinggi di Cambridge University yang dihadiri dan disepakati oleh perwakilan dari Eton, Harrow, Rugby, Winchester dan Shrewsbury. Namun sayangnya peraturan dari Cambridge Rules ini tidak diadopsi secara universal. Selama tahun 1850-an, banyak klub tidak berhubungan dengan Cambridge Rules dan memainkan berbagai bentuk permainannya masing-masing. Seperti misal di Rugby School, mereka memainkan bentuk permainan Rugby Football, atau di Inggris Utara tepatnya di kota Sheffield mereka memainkan aturannya sendiri yang disebut Sheffield Rules.

Setelah Cambridge Rules tercipta, banyak klub, universitas dan sekolah di Inggris masih memainkan bentuk peraturan football-nya masing-masing dan tidak mengadopsi peraturan tersebut. Karena masih diperlukannya sebuah peraturan yang bisa diadopsi oleh seluruh klub football yang ada di Inggris, maka pada tahun 1863 terciptalah Football Association yang bertujuan untuk menaungi klub-klub football serta membuat sebuah peraturan umum dalam permainan football. Pemeran utama dari terciptanya Football Association ini adalah Ebenezer Cobb Morley, seorang pengacara yang lahir di kota Hull pada 16 Agustus 1831 dan ketika berusia 22 tahun atau tepatnya pada tahun 1858 ia pindah ke distrik Barnes di kota London.

Pada tahun 1863, Morley menulis kepada salah satu surat kabar populer London bernama Bell's Life. Ia mengusulkan bahwa football harus memiliki seperangkat aturannya sendiri dengan cara yang sama ketika MCC (Marylebone Cricket Club) melakukannya --merevisi Laws of Cricket tahun 1788 dan terus merivisinya dari waktu ke waktu-- di olahraga kriket. Karena tulisannya tersebut, maka terjadilah pertemuan bersejarah yang berlangsung di Freemason's Tavern, Great Queen Street, London. Perwakilan klub football dan sekolah dari London akhirnya bertemu pada 26 Oktober 1863 untuk menyepakati sebuah aturan umum football sekaligus menjadi tanggal awal berdirinya "the Football Association". Para pendiri / perwakilan yang menghadiri pertemuan pertama tersebut antara lain berasal dari Barnes, Civil Service, Crusaders, Forest (Leytonstone), N. N. (No Names) Club (Kilburn), Crystal Palace (bukan yang berlaga di EPL), Blackheath, Kensington School, Perceval House (Blackheath), Surbiton, Blackheath Proprietory School dan Charterhouse --sekolah Charterhouse mengirim kaptennya, B. F. Hartshorne sebagai perwakilan, namun menolak tawaran untuk bergabung--. Banyak dari klub yang menghadiri pertemuan pertama tersebut sekarang sudah dibubarkan dan memainkan peraturan dari Rugby Union. Hanya Civil Service FC saja yang sekarang bermain di Southern Amateur League, menjadi satu-satunya klub pendiri yang masih eksis memainkan peraturan (Law of the Game) buatan FA.

Pertemuan-pertemuan selanjutnya telah diatur antara bulan Oktober hingga Desember. Beberapa klub dipertemuan pertama seperti Crusaders, Surbiton dan Charterhouse tidak menghadiri pertemuan selanjutnya dan karena itu digantikan oleh Royal Navy School, Wimbledon School dan Forest School (Walthamstow). Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Ebenezer Cobb Morley selaku kapten tim Barnes sekaligus anggota pendiri FA menulis dan menyusun peraturan pertama (Laws of the Game) dirumahnya di Barnes, London. Pada tanggal 05 Desember, Laws of the Game dipublikasikan di surat kabar Bell's Life untuk disetujui. Akhirnya pada 08 Desember 1863, Laws of the Game yang ditulis Morley disetujui dalam pertemuan FA, kemudian, seorang reporter dari Bell's Life bernama John Lillywhite akan memublikasikan peraturannya tersebut. Perlu diketahui, Laws of the Game sendiri merupakan modifikasi peraturan dari Cambridge Rules tahun 1848. Pertandingan pertama dibawah Laws of the Game FA dimainkan oleh Barnes dan Richmond di Limes Field, Barnes, pada tanggal 19 Desember dengan skor akhir 0 - 0 untuk kedua tim.

Pada pertemuan terakhir FA, F. M. Campbell selaku bendahara pertama FA sekaligus perwakilan dari Blackheath, menarik klubnya dari FA atas penghapusan dua draft aturan pada pertemuan sebelumnya, pertama yaitu, memungkinkan menjalankan bola dengan tangan, dan kedua, menghadang / menghalangi seperti berlari menggunakan tekhnik hacking (menendang lawan di tulang kering), tripping (menyandung) dan holding (menahan). Kemudian, klub Inggris lainnya yang lebih menyukai peraturan Rugby tidak ikut bergabung dengan FA dan pada tahun 1871 mendirikan organisasi lain bernama Rugby Football Union. Untuk membedakan kedua peraturan football tersebut, football dari FA biasanya disebut Association Football (football-nya "asosiasi" merujuk FA) dan yang berasal dari Rugby biasanya disebut Rugby Football (football-nya "Rugby" merujuk ke sekolah Rugby).

pertandingan Rugby union (source) 

pertandingan Association football (source)

Sejarah dan upaya pembuatan modern football code tidak hanya terjadi di Inggris saja. Seperti yang sudah diketahui, Inggris atau United Kingdom dan umumnya negara-negara Eropa pada jaman dahulu memiliki banyak koloni yang tersebar diseluruh dunia. Selain membuat koloni dan menetap, orang-orang dari Inggris Raya dan Eropa juga membawa kebudayaannya, tak terkecuali permainan football ini. Sekitar abad ke 19 atau pada tahun 1800-an, di koloni atau bekas koloni yang ada di Australia dan Amerika Utara sudah memainkan berbagai macam bentuk permainan football-nya seperti permainan football yang ada didaratan Eropa. Karena alasan inilah "football" memiliki banyak variasi peraturan di era modern saat ini.

Di Australia, seperti yang sudah disebutkan di pertengahan tulisan, bentuk permainan mirip "football" sudah dimainkan sebelum kedatangan para penjelajah Eropa. Namun, permainan "football" modern dengan macam-macam peraturan yang dimainkan di Australia hingga sekarang ini merupakan permainan "football" yang dibawa oleh para penjelajah dari Eropa (Inggris). Permainan "football" yang dibawa oleh para penjelajah Eropa tersebut telah dimainkan sejak lama setelah kedatangan mereka di Australia, seperti misal di Sydney tahun 1829, di Melbourne tahun 1840, di Brisbane tahun 1849, dan di Tasmania tahun 1851. Biasanya, permainan "football" tersebut dimainkan di acara festival-festival lokal tanpa adanya peraturan serta kodifikasi permainan yang jelas atau telah diatur.

Bertahun-tahun "football" dimainkan di Australia, pada 10 Juli 1858, seorang pemain kriket kelahiran Australia di koloni Inggris, New South Wales, bernama Tom Wills yang bersekolah di Rugby School, Inggris, menulis sebuah surat untuk surat kabar Australia bernama Bell's Life in Victoria & Sporting Chronicle. Dalam suratnya ia menyebutkan pembentukan sebuah "klub football" dengan sebuah "peraturan" untuk menjaga para pemain kriket tetap fit di musim dingin. Para sejarawan beranggapan bahwa ini merupakan momen awal kelahiran Australian rule football. Melalui publisitas dan kontak pribadi yang dimiliki Wills, ia mampu mengkoordinasikan sebuah pertandingan "football" di Melbourne dengan berbagai macam peraturan "football" yang ia dapatkan saat belajar di Inggris yang telah dieksperimen, dan pertandingan tersebut dimainkan pada 31 Juli 1858. Seminggu kemudian, Wills menjadi wasit dalam sebuah pertandingan "football" anak sekolah antara Melbourne Grammar School dan Scotch College. Dari sini, pertandingan "football" yang terorganisir di Melbourne mendapatkan popularitasnya dengan cepat.

Pada tahun 1859, tepatnya pada 17 Mei 1859 terciptalah sebuah peraturan yang dibuat oleh Melbourne Football Club yang diketuai oleh Tom Wills. Peraturan awal itu bernama "the ten simple rule" atau disebut juga "the Melbourne Football Club rule of 1859 / the rules of the Melbourne Football Club - May 1859" dan sekarang dikenal sebagai "the laws of Australian rule football". Pada pertemuan yang diketuai Wills dan menghasilkan peraturan tersebut, dihadiri pula oleh jurnalis bernama W. J. Hammersley dan J. B. Thompson. Beberapa sumber mengatakan pula bahwa Thomas H. Smith dan H. C. A. Harrison turut hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan itu diselenggarakan di sebuah hotel bernama the Parade Hotel yang dimiliki oleh James (Jerry) Bryant selaku tuan rumah dan anggota dari Melbourne Cricket Club. Dikatakan, tulisan tangan dari peraturan pertama tersebut masih ada hingga saat ini. Dari sini, football gaya Australia terus menerus dikembangkan, hingga sekarang menjadi olahraga favorit masyarakat Australia dan terkenal dengan kompetisinya bernama AFL atau Australia Football League.

Tidak jauh berbeda dengan Australia, di koloni atau bekas koloni orang Inggris di Amerika Utara juga telah memainkan bentuk permainan "football-nya" sendiri sejak abad ke 19 atau sekitar tahun 1800-an. Perlu diingat, meskipun bentuk permainan "football" telah dimainkan oleh "penduduk asli" Amerika sebelum kedatangan para kolonis, peraturan permainan "football" era modern yang dimainkan hingga sekarang ini merupakan permainan yang berasal dari orang-orang Inggris. Banyak pelajar dari sekolah dan universitas yang ada di Amerika memainkan berbagai macam bentuk permainannya masing-masing. Di Princeton University, para pelajar disana memainkan sebuah permainan yang disebut "ballown" sekitar tahun 1820-an. Di Harvard University, ada sebuah tradisi bernama "Bloody Monday" dimulai sekitar tahun 1827-an yang memainkan sebuah permainan bola dengan melibatkan banyak orang antara mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat kedua. Pada tahun 1860, polisi kota dan otoritas sekolah setuju untuk menghilangkan tradisi "Bloody Monday" ini. Di Dartmouth University, mereka juga memainkan bentuk permainnya yang disebut "Old Division Football". Peraturannya sendiri pertama kali di publikasikan pada tahun 1871, namun dikatakan bahwa permainan tersebut sudah dimainkan sejak tahun 1830-an. Bentuk permainan "football" yang ada di Amerika ini pada umumnya melibatkan banyak orang dalam memainkannya, biasa dikenal sebagai "mob football" (football yang dimainkan dengan banyak orang) seperti yang ada di Inggris.  Bentuk permainannya sederhana, pemain hanya tinggal membawa bola ke area goal dengan cara apapun. Karena alasan ini, dalam permainan tersebut sering terjadi kekerasan dan cedera yang menimpa para pemain. Seperti halnya di Harvard University yang melarang tradisi "Bloody Monday". Sama halnya di Yale University, pemerintah kota New Haven juga melarang segala bentuk permainan "football" pada tahun 1860.

Setelah berbagai macam bentuk permainan "football" mulai dilarang di Universitas, permainan ini malah populer di sekolah-sekolah persiapan perguruan tinggi (sekolah kedua) di daerah pesisir pantai (eastcoast) Amerika. Pada umumnya, bentuk permain "football" yang dimainkan oleh mereka adalah permainan tendang menendang bola mirip peraturan Football Association dan permainan "berlari" atau "membawa" bola mirip peraturan Rugby Football Union. Kemudian, ada sebuah permainan yang mengkombinasikan kedua peraturan "mirip" tersebut, dikenal sebagai "Boston Game" yang dimainkan oleh tim bernama Oneida Football Club. Klub tersebut dibentuk pada tahun 1862 oleh seorang lulusan dari sekolah elit persiapan perguruan tinggi Boston. Beberapa sejarawan beranggapan bahwa klub tersebut merupakan klub football resmi pertama yang ada di Amerika Serikat.

Pada akhir tahun 1860-an, permainan "football" mulai kembali dimainkan di kampus-kampus. Yale, Princeton, Rutgers University, dan Brown University memainkan kembali permainan populer "menendang" bola pada waktu tersebut. Di tahun 1867, Universitas Princeton menggunakan peraturan yang diambil dari peraturan Football Association.

Pada 06 November 1869, diadakan sebuah pertandingan di lapangan Rutgers antara Rutgers melawan Princeton (sekarang dikenal sebagai College of New Jersey) menggunakan bola bulat dan menggunakan peraturan yang disarankan oleh kapten tim Rutgers, William J. Leggett dengan menggunakan peraturan pertama Football Association. Pertandingan ini dianggap sebagai permainan pertama yang dimainkan dalam pertandingan football antar perguruan tinggi di Amerika. Dua tim dari 25 pemain berusaha untuk mencetak gol dengan menendang bola ke area goal tim lawan. Melempar atau membawa bola dengan tangan tidak diperbolehkan, namun banyak kontak fisik yang terjadi antara pemain. Tim pertama yang mencetak enam gol dinyatakan sebagai pemenang. Rutgers memenangkan pertandingan itu dengan skor 6 - 4. Sebuah pertandingan ulangan dimainkan seminggu kemudian dibawah peraturan Princeton yang mengadopsi beberapa peraturan Football Association. Dalam pertandingan itu, Princeton menang dengan skor 8 - 0. Kemudian, pada tahun 1870, Columbia University turut mengikuti seri football perguruan tinggi tersebut, dan pada tahun 1872 beberapa tim sekolah lain turut ikut, termasuk Yale University dan Stevens Institute of Technology.

Pada tahun 1874, McGill University dari Montreal, Kanada, menantang Harvard University dan pergi menuju kota Cambridge untuk bertemu dalam sebuah pertandingan melawan Harvard. Di hari pertama tanggal 13 Mei 1874, pertandingan menggunakan peraturan "Boston game" dengan skor akhir 3-0 untuk kemenangan Harvard. Di hari selanjutnya, kedua tim bermain dibawah peraturan Rugby gaya McGill dengan skor akhir 0-0 untuk kedua tim. Pertandingan ini dianggap sebagai pertandingan pertama gaya Rugby football yang dimainkan di Amerika Serikat. Setelah pertandingan tersebut, Harvard University menyukai permainan football gaya Rugby ala McGill dan kemudian memainkan bentuk permainan football-nya menggunakanan gaya Rugby dan mempopulerkannya ke Universitas lain yang ada di Amerika Serikat. Perlu diingat, sebelum pertandingan tersebut, banyak universitas yang ada di Amerika Serikat memainkan bentuk permainan football-nya menggunakan peraturan seperti Football Association.

Harvard yang sebelumnya bertanding melawan McGill dan kemudian mengganti permainan football-nya menggunakan gaya Rugby, pada tahun 1875-an melakukan pertandingan dengan Tufts University. Petandingan itu dimainkan pada tanggal 04 Juni 1875 dengan Tufts yang keluar sebagai pemenang. Tidak puas saat melawan Tufts saja, Harvard kemudian menantang Yale bertanding menggunakan peraturan Rugby ala Harvard. Pertandingan tersebut diadakan tanggal 13 November 1875 dengan kemenangan 4-0 untuk Harvard. Sekitar 2000 penonton menyaksikan pertandingan tersebut, salah satu yang hadir adalah Walter Camp, sosok yang dikemudian hari dikenal sebagai "father of (American) football". Penonton dari Princeton pun terkesan dan menginginkan football gaya rugby tersebut dimainkan di sekolahnya. Dari sini, permainan football di Amerika Serikat yang awalnya lebih condong ke permainan seperti peraturan Football Association mulai berubah dan populer menggunakan peraturan gaya Rugby.

Pada 23 November 1876, perwakilan dari Harvard, Yale, Princeton dan Columbia bertemu ditempat bernama Massasoit House di Springfield, Massachusetts untuk membuat standarisasi kode baru dari permainan Rugby yang pertama kali dikenalkan ketika Harvard bertanding melawan McGill tahun 1874. Peraturannya sendiri banyak diambil berdasarkan peraturan Rugby Football Union asal Inggris. Kemudian semuanya setuju permainan football antar perguruan tinggi di Amerika Serikat menggunakan bentuk permainan Rugby dengan beberapa peraturan yang dimodifikasi. Sekolah-sekolah ini lalu membentuk "the Intercollegiate Football Association", namun Yale tidak ikut bergabung sampai tahun 1879 karena tidak setuju tentang jumlah pemain per tim. Kemudian pada tahun 1880 seorang pemain Yale bernama Walter Camp mengubah peraturan dengan mengurangi jumlah pemain dari 15 menjadi 11 pemain dan membuat sebuah peraturan bernama "snap" untuk menggantikan peraturan "scrum" seperti yang ada di Rugby. Dari sini peraturan football yang dimainkan di Amerika terus-menerus dikembangkan dan sekarang orang-orang diluar Amerika Serikat mengenal olahraga tersebut dengan American Football yang terkenal akan kompetisinya bernama NFL (National Football League).

Lalu beralih ke Kanada, bentuk permainan football juga telah lama dimainkan disana. Pada umumnya, bentuk permainan football disana berasal dari Rugby football yang telah dimainkan sekitar tahun 1860 dan kemudian dikembangkan lalu dikenal dengan Canadian football.

Dokumentasi pertama pertandingan football yang dimainkan di Kanada adalah sebuah pertandingan latihan pada tanggal 09 November 1861 di University College, University of Toronto. Salah satu partisipan yang ikut dalam pertandingan tersebut adalah Sir William Mulock, seorang pelajar University of Toronto yang dikemudian hari menjadi kanselir di sekolah tersebut.

Sejarah bentuk permainan modern dari Canadian football berbarengan dengan kelahiran American football. Kedua bentuk permainan football tersebut seperti berhubungan satu sama lain. Seperti ketika McGill University yang membawa Rugby football ke Amerika Serikat dan bertanding melawan Harvard tahun 1874. Secara tidak langsung McGill turut berkontribusi dalam sejarah kelahiran permainan American football.

Bertahun-tahun Rugby football dimainkan di Kanada, kemudian sekitar tahun 1880-an mulai bermunculan organisasi-organisasi yang menaungi olahraga ini. Seperti di Ontario, pada tanggal 06 Januari 1883 terbentuk Ontario Rugby Football Union (ORFU). 10 hari kemudian di Quebec terbentuk Quebec Rugby Football Union (QRFU). Lalu satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 07 Februari 1884, terbentuk Canadian Rugby Football Union (CRFU) untuk membuat standar peraturan dalam permainan football yang ada di Kanada. Pada tanggal 05 November-nya, tim dari QRFU mengalahkan tim dari ORFU dengan skor 30-0 dan pertandingan tersebut dianggap sebagai pertandingan pertama dibawah naungan CRFU. Pada 19 Desember 1891 perwakilan dari QRFU dan ORFU bertemu di Windsor Hotel, Montreal untuk mereorganisir CRFU dan membentuk Canadian Rugby Union (CRU) --nantinya, CFRU/CRU ini berubah menjadi Football Canada, badan tim amatir Canadian football--. Kemudian di tahun 1907 terlahir Interprovincial Rugby Football Union (IRFU) dan di tahun 1936 terbentuk Western Interprovincial Football Union (WIFU). Organisasi-organisasi yang disebutkan ini sangat berpengaruh dan menjadi cikal bakal dalam kelahiran Canadian football.

Pada tahun 1903 tercipta sebuah peraturan bernama "Burnside rule" yang diperkenalkan oleh ORFU untuk membedakannya dari permainan Rugby. Nama dari peraturan ini diambil dari kapten tim football University of Toronto bernama Thrift Burnside. Beberapa peraturannya mengambil peraturan dari American football seperti "snap-back" yang dikembangkan oleh Walter Camp. Tujuannya dibuat peraturan ini untuk membuat sebuah standar permainan football yang dimainkan di Kanada. CRFU, QRFU dan CRU pada awalnya menolak untuk mengadopsi aturan baru tersebut sampai tahun 1905. Dari sini Canadian football terus menerus dikembangkan, lalu pada tahun 1910-1920-an, Canadian football seperti halnya American football mulai mengadopsi lapangan yang ditandai dengan garis paralel dalam pola kotak-kotak atau sekarang dikenal sebagai "gridiron football".

Kompetisi Canadian football sendiri yang terkenal dengan Canadian Football League (CFL) dibentuk oleh dua organisasi yaitu IRFU dan WIFU pada tahun 1956 ketika mereka membuat organisasi payung bernama The Canadian Football Council (CFC). Lalu pada tahun 1958 CFC berubah nama menjadi Canadian Football League (CFL).

lapangan gridiron football yang ada di American football dan Canadian football (source)

Selanjutnya satu lagi olahraga populer yang terlahir dari banyak variasi football khususnya di Irlandia dan memang berasal dari negara tersebut yaitu Gaelic football. Beberapa orang menyebut permainan football ini dengan nama "caid".

Seperti halnya di negara Inggis dan negara-negara Eropa lainnya, bentuk permainan football telah lama dimainkan di Irlandia. Dokumentasi awal tentang permainan football di Irlandia sudah tercatat sekitar abad ke-13 oleh seorang bernama John McCrocan --sudah dijelaskan diatas--, namun bentuk permainan football seperti apa yang dimainkan kurang begitu dimengerti. Lalu, ada seorang bernama Father W. Ferris mendeskripsikan dua bentuk permainan yang merujuk "caid (Gaelic football)"; pertama, "permainan lapangan (field game)", dimana ada sebuah objek area gol seperti lengkungan untuk menempatkan bola yang terbuat dari dua dahan pohon; kedua, epik "permainan cross-country", yang berlangsung diseluruh hari minggu (setelah "mass/church service") dan dapat dimenangkan dengan mengambil bola di seberang batas paroki (parish boundary). "Gulat (wrestling)" --mungkin maksudnya adu fisik--, "menahan (holding)" pemain lawan dan membawa bola semuanya diperbolehkan.

Masih belum jelas permainan football seperti apa yang dimainkan di Irlandia, kemudian, selama tahun 1860 dan 1870-an, Rugby football asal Inggris mulai populer di Irlandia terutama di Trinity College, Dublin. Association football (sepakbola) sendiri juga mulai populer terutama di daerah Ulster sekitar tahun 1880-an. Hal ini membuat orang Irlandia khususnya Gaelic Athletic Association (GAA), organisasi yang menaungi olahraga asli Irlandia, merasa khawatir dan terancam, keberadaan olahraga asli Irlandia bisa tersingkir oleh olahraga lain yang berasal dari luar terutama dari Inggris. Pada masa ini, GAA mengajak seluruh warga Irlandia untuk melestarikan dan mempromosikan semua olahraga tradisional yang berasal dari Irlandia. Hasilnya memang bagus, sampai sekarang olahraga asli Irlandia seperti Hurling dan Gaelic football masih dimainkan dan menjadi olahraga favorit masyarakat Irlandia.

Permainan caid atau football asal Irlandia ini pada waktu itu sangat populer di Kota Limerick. Di kota tersebut permainan asli Irlandia banyak dimainkan. Kemudian ada sebuah klub bernama Commercials Club yang didirikan oleh karyawan toko kain di Cannocks, membuat seperangkat peraturan Gaelic football yang kemudian di adaptasi oleh klub-klub lain di kota tersebut. Dari peraturan ini permainan Gaelic football mulai terorganisir dan pada tahun 1885, seorang bernama Maurice Davin mengadopsi peraturan tersebut untuk kemudian menjadi sebuah standar peraturan dalam Gaelic football. Di bulan Februari tahun 1885 didekat tempat bernama Callan, Kilkenny County dimainkan pertandingan Gaelic football dibawah peraturan GAA yang dikembangkan oleh Maurice Davin. Tahun tersebut menjadi tahun resmi permainan Gaelic football modern pertama kali dimainkan. Dari sini, oleh Maurice Davin Gaelic football terus menerus dikembangkan dan pada tahun 1887 olahraga ini menjadi salah satu olahraga resmi di Gaelic Athletic Associaion (GAA).

Sampai sekarang permainan Gaelic Football masih terus dimainkan dan terus terlestarikan dengan kompetisi bernama All-Ireland Senior Club Football Championship. Bahkan diaspora Irlandia yang ada di New York, AS memiliki organisasi yang menaungi olahraga asal Irlandia ini dalam sebuah organisasi bernama New York Gaelic Athletic Association dan klub gaelic football asal New York ini juga turut mengikuti kompetisi gaelic football di Connacht Senior Football Championship.

Masih ada satu lagi permainan football yang terlahir. Football yang satu ini terlahir dari campuran dua peraturan football yang sebelumnya telah terbentuk. Dua peraturan itu berasal dari campuran peraturan Australian rule football dengan Gaelic football. Biasa dikenal dengan nama International rule football atau di Australia bisa juga disebut inter rule atau juga compromise rule di Irlandia. Pertandingan pertamanya terjadi pada tahun 1967 ketika orang-orang yang memainkan Australian rule football melakukan tur dan memainkan beberapa pertandingan di Britania Raya, Amerika dan Irlandia. International rule football ini mungkin kurang populer dikalangan masyarakat dunia dan tidak memiliki klub atau kompetisi yang diperuntukkan khusus peraturan olahraga ini. Akan tetapi sejak tahun 1984 beberapa kali diadakan beberapa pertandingan tes antara tim nasional international rule football Australia melawan tim nasional Irlandia.

bagan modern football code (source)

Football Yang Bukan Sekadar Sepakbola


Luar biasanya football. Dari satu nama bernama "football" ada beberapa macam peraturan yang bisa merujuk sebagai football. Football bisa diartikan sebagai association football, rugby football union, rugby football league, american football, canadian football, australian rule football, gaelic football atau juga bisa diartikan sebagai international rule football.

Sampai disini, saya sendiri sudah bisa mengetahui dan menyimpulkan kenapa football yang saya anggap hanya permainan sepakbola saja dan mengapa penyebutan bahasa Inggris sepakbola serta bentuk permainannya dibeberapa negara berbeda dengan yang ada di Indonesia sudah terjawab. Jadi, apa yang disebutkan football bukan melulu tentang sepakbola atau permainan tentang tendang menendang bola saja.

Mengenai penyebutan soccer dalam bahasa Inggris selain football untuk sepakbola mungkin akan saya bahasa di artikel lainnya karena sudah terlalu panjang jika dituliskan di artikel ini hehe.

Ok, sekian. Tulisan ini merupakan rangkuman yang saya ambil kebanyakan dari wikipedia berbahasa Inggris. Saya akan sangat senang sekali kalian meralat dan membenarkan jika ada salah informasi atau salah tulis yang ada di artikel ini. Saya juga menyertakan link rujukan langsung jika kalian ingin membacanya juga di sumber tulisan yang menjadi rangkuman tulisan ini. Terimakasih.

Referensi :

* "Football". Wikipedia. Diakses 29 Juli 2019.
"Football (word)". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
"History of association football". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
"History of Rugby union". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
"History of Rugby league". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
"History of Australian rules football". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
"History of American football". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
* "His timeline 1860". Arsip Official Site of the Canadian Football League.
* "History – Official Site of the Canadian Football League". Arsip dari CFL.ca. Diakses 29 Juli 2019.
* "History". Football Canada. Diakses pada 29 Juli 2019.
* "Gridiron football". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
* "Gaelic football". Wikipedia. Diakses pada 29 Juli 2019.
* "International rules football". Wikipedia. Diakses 29 Juli 2019.

Post a Comment

0 Comments